Senin, 13 Mei 2013

MENATA MENTAL BLOK MENUJU KESUKSESAN



MENATA MENTAL BLOK MENUJU KESUKSESAN
Oleh: Cecep Hilman©

A. Pendahuluan
Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan berikut: “saya ini sudah sekuat tenaga berusaha, tetapi kenapa selalu saja mengalami kegagalan?” Bahkan ungkapannya sampai menjudge dirinya: “walaupun berusaha sekuat apapun tidak akan bisa mencapai apa yang menjadi harapan saya”. Sesungguhnya kedua ungkapan seperti itu yang menjadi penghambat bagi kesuksesan diri. Ungkapan tersebut merupakan dinding penghalang yang menjadi bagian dari bentuk mental blok bagi diri yang bersangkutan.
Gerakan kehidupan manusia seringkali dibatasi oleh kepercayaan-kepercayaan atau keyakinan keliru atas kemampuan dirinya yang membiarkan kemampuannya dibatasi oleh rantai-rantai yang sebenarnya bisa kita putuskan dengan mudah. Kita terpenjara dalam pikiran dan keyakinan yang keliru. Kita akan berkata pada diri kita sendiri: ”Saya tidak mungkin mengerjakan hal itu”… ”Saya memang ditakdirkan untuk gagal… ya sudah sabar saja”… ”Saya tidak pantas mendapat kekayaan sebesar itu”… ”Saya terlahir dari keluarga miskin… tidak mungkin mendapatkan semua itu”… ”Saya tidak pantas mendapat penghargaan ini….”  dan lain sebagainya. Inilah yang disebut dengan mental blok atau hambatan mental yang merintangi seseorang untuk maju dan sukses dalam karirnya. Jika demikian, maka lebih jauh apa yang dimaksud dengan mental blok? Bagaimana mengelolanya agar mencapai kesuksesan?

B. Ta’rif Mental Blok
Menilik makna kata mental blok bisa dilihat dari asal katanya terlebih dahulu. Kata mental blok berasal dari dua kata, yaitu mental dan blok. Kata Mental sesuatu yang berhubungan dengan jiwa, batin, dan rohani.  Sedangkan blok berarti balok (ganjal), berkas, kayu, cetakan kompleks atau rintangan. Dari dua asal kata bahasa tersebut maka kata mental blok dapat diartikan sebagai suatu kondisi jiwa, pemikiran, mentalitas, dan rasa kepercayaan yang menghambat dan merintangi diri dalam rangka meraih perubahan dan kemajuan.
Mental blok artinya kondisi jiwa yang meyakini sebuah konsep mental salah, lemah, dan kalah seperti keyakinan akan dirinya sebagai orang yang lemah, malas, bodoh, miskin, serba kekurangan, merasa tidak mampu dan lain-lain. Mental blok dapat juga diartikan  sebagai kondisi mentalitas jiwa yang mempunyai keyakinan salah akan persepsi diri sendiri.  (Muhammad Noer, 2010: 84-85)
Paling tidak ada tiga macam mental blok, yaitu: Pertama, Blime. Ketika mengalami kegagalan seseorang tidak segera mengintrospeksi diri melainkan akan mengatakan: “gara-gara sistem yang tidak benar maka saya mengalami kegagalan”. Mental blok blime ini yaitu  menyalahkan keadaan dan orang lain atas ketidaksuksesan dirinya. Kedua, Excuse, contohnya adalah ungkapan: ”saya ini kan orang kampung yang miskin dan tidak pintar, sulit rasanya untuk menjadi pejabat”.  Mental blok jenis ini merendahkan kemampuan diri sendiri. Ketiga, Justify. Ungkapan mental blok ini misalnya, ”ya wajar saja dia berhasil,  dia kan anak pejabat!”. Mental blok semacam ini mengklaim dan mengadili secara sepihak. (Bandingkan dengan  Endi K.  Prihadhi, 2009:63-65)   Blame, Excuse, dan Justify sepeti itu merugikan dan hanya akan membuat dinding bernama mental blok untuk menahan kemampuan kita.

B. Mengelola Mental Blok
Allah telah menganugerahkan “harta karun” terpendam dalam diri setiap manusia, maka tugas manusia kemudian adalah mencari cara yang tepat untuk mengolah potensi itu semua agar tercapai apa yang dilakukan. Sebagai bahan renungan, mengapa orang lain bisa jauh lebih sukses, mendapat prestasi dan prestise sementara yang lain terjebak dalam kegagalan, frustasi, depresi, dan berbagai problem kehidupan?
Penting kiranya untuk melakukan redesain atas pola pikir, pola hidup dan proses hidup tujuannya adalah agar muncul energy tahrir (kekuatan pembebas) yang membentuk Holystic power (kekuatan Terpadu) dalam diri  kita sehingga menjadi energi pembangkit yang akan menghantarkan manusia menuju kehidupan berkelimpahan waktu, kesehatan, kesuksesan, cinta, prestasi dan prestise.
Menurut Adi W Gunawan (2007:182) bahwa manusia pada umumnya, tanpa mereka sadari, hanya menjalani kehidupan dalam koridor penjara pikiran yang sempit yang dibatasi oelh tembok-tembok tinggi persepsi. Mereka jarang sekali, jika tidak mau dikatakan tidak pernah, mampu menjelajah melampaui perangkap penjara pikiran yang dikondisikan oelh keterbatasan persepsi akibat ketidaktahuan akan ketidaktahuan.
Proses pemrograman pikiran sebenarnya telah terjadi sejak seorang anak masih di dalam kandungan ibunya, sejak ia berusia 3 bulan. Pada saat ini pikiran bawah sadar telah bekerja sempurna, merekam segala sesuatu yang dialami seorang anak dan ibunya.  Semua peristiwa,  pengalaman, suara, atau emosi masuk ke dan terekam dengan sangat kuat di pikiran bawah sadar dan menjadi program pikiran.
Saat kita lahir, kita lahir hanya dengan satu pikiran yaitu pikiran bawah sadar. Bekal lainnya adalah otak yang berfungsi sebagai hard disk yang merekam semua hal yang kita alami. Sejak lahir, dan sejalan dengan proses tumbuh kembang, kita mengalami pemrograman pikiran terus menerus, melalui interaksi kita dengan dunia di luar dan di dalam diri kita.  Dalam konteks al-Qur’an surat An-Nahl ayat 78 disampaikan bahwa: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur“.
Pada anak kecil, yang memprogram pikirannya adalah terutama kedua orangtuanya, pengasuh, keluarga, lingkungan,  guru,  televisi, dan siapa saja yang dekat dengan dirinya.  Saat masih kecil pemrograman terjadi dengan sangat mudah karena pikiran anak belum bisa menolak informasi yang ia terima. Ketidakmampuan memfilter informasi ini disebabkan karena pada saat itu faktor kritis, dari pikiran sadar belum terbentuk. Kalaupun sudah terbentuk critical factor masih lemah.
Satu hal yang perlu kita mengerti yaitu bahwa semua program pikiran adalah baik. Program pikiran selalu bertujuan membahagiakan kita. Program pikiran diciptakan atau tercipta demi kebaikan kita berdasarkan level kesadaran dan kebijaksanaan kita saat itu. Sedangkan program pikiran menjadi mental blok apabila bersifat menghambat dalam mencapai impian atau tujuan kita. Sebaliknya program pikiran akan menjadi stepping blok, batu lompatan, bila bersifat mendukung kita.
Mental blok akan kita rasakan saat ada penolakan atau hambatan untuk mencapai suatu target yang lebih tinggi. Penolakan ini juga timbul saat kita ingin berubah. Intinya, jika Anda telah menetapkan target yang lebih tinggi, dari apa yang telah Anda capai saat ini, dan Anda merasa ada yang tidak enak di hati Anda maka ini indikasi adanya mental blok. Atau jika Anda mengalami kegagalan yang beruntun atau yang mempunyai pola kegagalan yang sama, maka ini indikasi sabotase diri alias mental blok. Perasaan malas, mengantuk, dan berbagai perasaan lain yang menghambat upaya untuk berubah ini adalah ulah nakal dari mental blok kita. Sesungguhnya kuncinya ada pada diri kita yaitu apakah kita tenang dalam mengelola dan menata mental blok.    
Adi W Gunawan dalam tulisannya tentang mental blok yang negatif. Keberadaan mental blok di dalam diri kita umumnya tidak kita sadari, kita bisa mengenalnya jika kita mengalami kegagalan secara beruntun dengan pola yang sama. Sulit mendapat pasangan, selalu gagal membuka peluang bisnis, karir tidak pernah naik, itu adalah indikasi adanya mental blok yang menghalangi Anda.  Bagaimana cara mengelolanya?
Ada satu cara yang  dipandang ampuh untuk menghancurkan mental blok yang menghambat karir dan pengembangan diri yaitu dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an yang dapat memotivasi diri secara berulang-ulang. Contohnya sebagai berikut: Jika Anda merasa takut gagal, lemah, tidak sanggup mendapatkan sesuatu maka baca surat Fathir ayat 2:
”Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Bacalah ayat tersebut berulang-ulang, kalau belum hafal dengarkan rekaman ayat tersebut dari Qur’an Elektronik yang dibaca oleh Syekh Abdurahman Sudais atau Musyaari Rasyid resapkan maknanya di dalam hati. Kemudian tadabburi ayat tersebut untuk menanamkan suatu keyakinan baru di dalam pikiran bawah sadar kita sesuai makna ayat tersebut dengan cara ambil nafas kemudian konsentrasi dan memohon kepada Allah dengan penuh keyakinan untuk mencapai apa yang menjadi harapan;  ”Ya Allah telah Kau sampaikan kepada kami dalam al-Qur’an Mu yang Agung, bahwa apa saja rahmat yang kau bukakan bagi kami, tidak ada seorangpun yang dapat mencegahnya. Dan apa saja yang Kau tahan dari kami tidak ada seorangpun yang dapat memberinya selain Engkau. Ya Allah bukakan bagi kami pintu rahmat dari segala penjuru yang Kau berkahi,  Engkau Maha Kuat untuk melaksanakan apa yang Kau kehendaki. Apa yang Kau kehendaki pasti terjadi, apa yang tidak Engkau kehendaki mustahil terjadi, perkenankanlah permohonan kami ya Allah ”.
Lantunan ayat suci al-Qur’an  yang dibaca dengan tartil akan membawa pikiran memasuki gelombang alfa. Dengan memahami makna dan mentadabburinya kandungan ayat tersebut akan menghujam ke dalam hati dan pikiran bawah sadar, menghancurkan mental blok yang negatif dan membangun sikap mental baru yang positif. Kenali mental blok yang merintangi Anda, cari ayat al-Qur’an yang sesuai untuk menghancurkan mental blok dan membentuk sikap mental yang baru dan positif.
Jika Anda merasa hidup serba kekurangan, miskin dan merasa tidak mampu meraih kehidupan yang lebih baik, maka di samping membaca surat Fathir ayat 2 di atas,  baca pula surat Al-Israa ayat 30:
 “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.

Kemudian tadabburi ayat tersebut untuk menanamkan suatu keyakinan baru di dalam pikiran bawah sadar kita sesuai makna ayat tersebut dengan cara ambil nafas kemudian konsentrasi dan memohon kepada  Allah dengan penuh keyakinan untuk mencapai apa yang menjadi harapan; “Ya Allah telah Kau sampaikan kepada kami dalam al-Qur’an Mu yang Agung, bahwa Engkaulah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Engkau kehendaki. Engkau Maha Mengetahui dan Maha Memperhatikan keadaan hamba-hamba-Mu. Ya Allah bukakan bagi kami pintu rezeki dari langit dan bumi-Mu, bukakan bagi kami pintu rezeki dari segala penjuru yang Engkau berkati. Jangan Kau sempitkan hidup kami ya Allah, lapangkan hidup kami selapang-lapangnya. Engkau Maha Mengetahui dan Memperhatikan keadaan kami. Tolong kami ya Allah. Kau Maha Kuat melaksanakan apa yang Kau kehendaki.“
Pada dasarnya ayat al-Qur’an yang Anda baca dengan khusuk dan meresap ke dalam jiwa akan membebaskan Anda dari berbagai mental blok yang Anda sadari maupun tidak disadari. Lantunan ayat tersebut yang dibaca dengan berulang-ulang diharapkan dapat menghancurkan mental blok dan menciptakan suatu keyakinan baru yang positif. Ayat tersebut dapat juga dibaca dalam shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk.
Al-Qur’an mengajak Anda untuk berserah diri kepada Allah yang mempunyai kekuatan tak terbatas. Bersama Allah segala urusan bagi Anda tidak ada hal yang tidak mungkin. Doa dalam duduk iftirosh jika dibaca dengan khusuk dan sunguh-sunguh, juga akan membebaskan Anda dari mental blok: Robighfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wahdini, wa’afini, wa’fuanni. Wahai Tuhan-ku, ampunilah aku, rahmati aku, tutupi keburukan-ku, angkat derajat-ku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku maafkan aku. Ungkapan yang seringkali tidak kita sadari adalah doa yang dahsyat dibaca minimal 17 kali dalam sehari semalam. Jika Allah mengabulkan, Anda akan terbebas dari berbagai kesulitan dan tekanan hidup.
Berupaya untuk khusu’ dalam  bertadabbur merupakan bentuk mengelola mental blok sehingga pikiran menjadi terfokus pada persoalan yang dikehendaki. Konsentrasi dalam berkontemplasi bisa Anda lakukan ketika bermunajat kepada Allah di waktu orang lain sedang tertidur pulas (Qiyamulail/Tahajjud), hancurkan semua mental blok yang dapat menrintangi kesuksesan Anda.
D. Penutup
Rahasia kekuatan sejati adalah kesadaran akan kekuatan karena apapun hal yang pada akhirnya kita sadari akan terwujud di dalam dunia nyata dan digiring ke dalam bentuk ekspresi konkrit. Kekuatan ini diwujudkan melalui individu, karena setiap individu adalah saluran yang memilah-milah energi ke dalam berbagai bentuk. Maka kemampuan kita untuk berpikir adalah kemampuan kita untuk bertindak terhadap energi semesta ini, dan hal yang kita pikirkan adalah apa yang dapat berhasil di dalam dunia nyata. (Charles F. Haanel, 2009:321-322)
Akhirnya, mari kita renungkan salah satu Hadits Qudsi: Rasulallah bersabda, ”Sesungguhnya Allah telah berfirman. ’Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku dan Aku senantiasa menyertainya apabila mereka berdoa kepada-Ku.’”   Prasangka hamba terhadap Tuhannya merupakan energi pikir manusia. Ketika manusia berpikir hal-hal yang baik, maka Allah akan mengarahkannya sesuai prasangka hamba-Nya, dan Dia akan mewujudkan prasangka baik dalam kehidupannya.

Daftar Pustaka:
Adi W. Gunawan. 2007. Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian 2, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Charles F. Haanel, 2009, The New Master Key System, Jakarta: Gramendia Pustaka Utama

Muhammad Noer. 2010. Hynoteaching For Success Learning. Yogyakarta: Pustaka Indan Madani

Endi K. Prihadhi 2009. Breaking Your Mental Block, Jakarta, Elekmedia Komputindo





© Disampaikan pada Seminar Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Jakarta tanggal 14 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar